Cinta, sebuah kata penuh misteri. Bak air
sungai yang mengalir dengan tenangya namun begitu dalam dan luas. Aku masih
disini, masih menanti dia yang tak pernah ku tahu siapa, yang masih coba ku
terka-terka, yang banyak orang menyebutnya dengan cinta sejati. Degup jantung
terus berdetak, hati kosong masih terselip ruang untuk dia seseorang yang masih
miterius. Menanti atau mencari, dua hal beda yang coba kuterjemahkan dalam
lingkup cinta. Terkadang sulit memahami namun terkadang sangat mudah untuk
diterka, itulah hati yang didera cinta. Bukankah saat ini aku sedang terserang
penyakit bernama cinta? Merindu tak berujung. Bukankah kebanyakan orang merasa
bahagia saat mengetahui bahwa dia sedang jatuh cinta? Namun tidak untuk ku. Aku
memang terkadang bahagia, namun terselip juga rasa takut dan khawatir. Takut
bila cintaku melebihi cintaku kepada sang pencipta. Khawatir saat semua rasa
ini melalaikan ku dan pada akhirnya aku kehilangan cintaku.
Dipenghujung bulan
januari ‘16
Dandelion_
katamu untuk tetap menunggu. untuk tetap datang, namun pada kenyataan nya kau tetap sendiri bukan???kau masih sendiri disana, sedangkan aku hanya mampu menatapmu dari jauh. melihatmu merasakan sakit itu sendiri. dan tanpa sadar telah menyakiti ku jugabukan, bukan karena aku tak mampu untuk sekedar membantu mubukan karena aku terlalu takut dengan jalan yang akan ku tempuh untuk dapat disisimu, merengkuhmuhanya saja, kaki ku terasa berat untuk sekedar melangkahkan kaki menuju mu. semacam ada duri dan tembok yang begitu besar menghalanginya. mengaburkan jarak pandangku menuju dimana kau berada. terlalu sulit aku mendekapmu dalam nyata.
23 desember 2015
dandelion_L
23 desember 2015
dandelion_L
Haii kamu yang baru saja duduk disebelah ku
apa aku termasuk satu dari beberapa kaum hawa yang mengagumimu???!
semenarik itukah sosokmu didepan mata para perempuan???!
iya, aku mengagumimu bahkan mungkin lebih
bukankah saat ini aku sangat egois, aku menginginkanmu lebih
aku terlalu jauh memasuki ranah kehidupanmu, terlalu melebihi kapasitasku
bukankah aku terlalu egois untuk tetap ingin berada disampingmu dan memperhatikanmu?
jika seolah aku tak melihatmu, bukan berarti aku tak peduli kan
aku tetap memprioritaskanmu walau itu salah
hhhmmm, inilah aku yang menjadi pengecut dan berpura pura seolah aku baik baik saja. Asalkan kau tau, aku tak baik bukan karena raga ku yang sakit namun karena hatiku terpaut pada satu nama yang selalu mengusik otak ini setiap saat. Bahkan kau tidak mengetahuinya bukan? Itu cukup melegakan. Biarlah semua seperti ini tetap pada diamnya. Meskipun kau tahu, ku mohon tetaplah diam. Setidaknya kau menghargai setiap keputusanku untuk tetap menyebut nama mu dalam doa
kamu, iya kamu matahari yang seolah selalu menerangi dengan cahaya dikegelapan
3 desember '15
dandelion_L
kamu, iya kamu matahari yang seolah selalu menerangi dengan cahaya dikegelapan
3 desember '15
dandelion_L
Suatu saat kau akan merasakan ketika mulutmu teramat ingin berucap apa yang membelenggu dalam hati. Namun sekali lagi otakmu akan memerintahkan untuk tetap diam. Tetaplah diam, jikapun itu semua benar, maka kebenaran itulah yang akan mengatakannya seiring berjalannya waktu. Namun jikapun itu salah, maka bukankah kau patut bersyukur karena itu semua masih tersimpan dipikiranmu dan belum sempat terucap.
Inilah caraku mendefinisikan setiap rinduku yang ikut mengalir bersama hujan kala itu. Karena yang ku tahu kau datang bersama hujan dan pergi pula bersamanya (read: hujan). Bukan bagaimana kau berlalu begitu saja, tapi bagaimana aku menuntaskan setiap rindu saat tak pernah ada hujan?? Atau, saat hujan hadir tapi tak bersamamu??
Diatas langit kota kenangan, tempat yang teramat sulit dilupakan, beribu memori indah dan sepercik harapan yang selalu terlahir seolah membawa semua rasa bahagia dan sedih. Rindu yang mengalir deras tak terbendung.
17 November 2015
dandelion_L



